GKI Sinode Wilayah Jawa Tengah

Login
Remember me

Yesus, Anak Domba Allah

Terpublikasi Wed, 01 Apr 2026   

oleh:

Keluaran 12:1-14; Mazmur 116:1-2, 12-19; 1 Korintus 11:23-26; Yohanes 13:1-17, 31b-35

Selamat hari Kamis Putih.

Perayaan Paskah Yahudi adalah awal dari keluarnya mereka dari tanah Mesir, tanah perbudakan; di mana mereka bersiap untuk keluar dengan makan Paskah dari daging domba yang darahnya dioleskan di kedua tiang pintu dan ambang atas rumah mereka (Kel. 12:1-14), suatu peringatan yang diperingati setiap tahun oleh orang Yahudi (Kel. 12:1-14). Keluaran 12:13-14 (TB)  Dan darah itu menjadi tanda bagimu pada rumah-rumah di mana kamu tinggal: Apabila Aku melihat darah itu, maka Aku akan lewat dari pada kamu. Jadi tidak akan ada tulah kemusnahan di tengah-tengah kamu, apabila Aku menghukum tanah Mesir. Hari ini akan menjadi hari peringatan bagimu. Kamu harus merayakannya sebagai hari raya bagi TUHAN turun-temurun. Kamu harus merayakannya sebagai ketetapan untuk selamanya. Dengan tanda di pintu rumah mereka, Tuhan pesach (melewati) dan tidak membunuh anak sulung mereka. Semua yang dilakukan Tuhan adalah belas kasih Tuhan kepada umat-Nya (Mzm. 116:1-2), karena itu hidup umat semata-mata mengucap syukur kepada Tuhan (Mzm. 116:12-19). Bagaimana umat mengucap syukur? Hidup saling mengasihi, itulah yang patut dilakukan, dan Tuhan Yesus memberi contoh dalam pembasuhan kaki. Dia merendahkan diri sebagai wujud kasih-Nya kepada murid-murid-Nya(Yoh. 13:1-12). Yohanes 13:13-17 (TB)  Kamu menyebut Aku Guru dan Tuhan, dan katamu itu tepat, sebab memang Akulah Guru dan Tuhan.

Jadi jikalau Aku membasuh kakimu, Aku yang adalah Tuhan dan Gurumu, maka kamu pun wajib saling membasuh kakimu; sebab Aku telah memberikan suatu teladan kepada kamu, supaya kamu juga berbuat sama seperti yang telah Kuperbuat kepadamu. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya seorang hamba tidaklah lebih tinggi dari pada tuannya, ataupun seorang utusan dari pada dia yang mengutusnya. Jikalau kamu tahu semua ini, maka berbahagialah kamu, jika kamu melakukannya. Mengajak mengasihi dengan merendahkan diri. Yang berikutnya; mengasihi adalah tindakan sebagai seorang murid. Yohanes 13:34-35 (TB)  Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi. Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi. "Mengasihi lebih sungguh. Mengasihi dengan mengorbankan diri-Nya sendiri. Itu perintah yang diteladankan oleh Tuhan Yesus. 

Teladan kasih itu dinyatakan dalam Perjamuan Kudus yang diteruskan dalam kehidupan persekutuan orang percaya (1 Kor. 11:23-26). Adakah kita menghayati setiap kali mengikuti Perjamuan Kudus, umat diajak untuk mengenang tubuh dan darah Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia tercurah, dan menjadi alat penebusan dosa bagi dunia? Hayati kasih yang rela berkorban.

Doa:
Kaum muda yang kritis dalam berpikir dan bertindak.